Sejarah

Berawal dari pemikiran antara guru dan murid yakni Ust. Ma’mun AL-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh dan Ust. Yadi Iryadi, Al-Hafizh untuk membumikan Al-Qur’an.

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN) tercetus untuk bergerak dibidang pendidikan dan akselerasi menghafal Al-Qur’an 30 Juz melalui sistem karantina, ditunjang metode Yadain Litahfizhil Qur’an dibawah bimbingan penasehat DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A., Al-Hafizh dan pengawas Prof. DR. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN) didirikan pada tanggal 27 Ramadhan 1436 H tepatnya 25 Juli 2014. Untuk kemudian menjadi pusat Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dengan jumlah 70 Mitra/Cabang (September, 2018) yang telah bekerjasama tersebar di Indonesia dan Malaysia.

Hingga September 2018, Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional telah meluluskan kurang lebih 6976 alumni dan telah memasuki penyelenggaraan yang ke XXXV (35).